Sipea Pea, Sorkam Barat, Tapanuli Tengah – 18 Mei 2026 –Babinsa Koramil 02/Sorkam, Serka Edy Herwanto, mendampingi Tim Puskesmas Sipeapea dan Kepala Puskesmas Sipeapea, Bpk. Jonni Simatupang, dalam kegiatan sosialisasi pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) kepada masyarakat Desa Sipea Pea, Kecamatan Sorkam Barat, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Kegiatan yang berlangsung di balai desa ini dihadiri puluhan warga dari berbagai dusun. Sosialisasi digelar menyusul meningkatnya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir yang berpotensi memicu berkembangbiaknya nyamuk Aedes aegypti, pembawa virus DBD.
Dalam penyampaiannya, Bpk. Jonni Simatupang menjelaskan bahwa kasus DBD umumnya muncul akibat kebiasaan masyarakat yang membiarkan barang bekas menampung air hujan. Genangan air tersebut menjadi tempat ideal bagi nyamuk untuk bertelur.
“Penyakit demam berdarah sering muncul akibat banyaknya genangan air di barang bekas sekitar rumah. Untuk itu kami minta warga rutin membersihkan lingkungan dan melakukan 3M Plus: Menguras bak mandi dan tempat penampungan air, Menutup rapat tempat penampungan air, dan Mengubur barang bekas yang tidak terpakai. Ditambah dengan Plus seperti menabur larvasida, menggunakan kelambu, dan menjaga kebersihan lingkungan,” jelas Kepala Puskesmas Sipeapea.
Tim Puskesmas juga mempraktikkan langsung cara mengidentifikasi jentik nyamuk dan memberikan leaflet edukasi kepada warga agar informasi dapat disebarkan ke keluarga masing-masing.
Serka Edy Herwanto menyampaikan bahwa pendampingan Babinsa dalam kegiatan kesehatan merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial. Menurutnya, kesehatan warga sangat berkaitan dengan ketahanan wilayah.
“Kami dari Koramil 02/Sorkam akan terus mendampingi kegiatan seperti ini. Babinsa harus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya untuk keamanan, tapi juga untuk mendukung program kesehatan dan kesejahteraan warga. Mari kita jaga lingkungan bersama-sama agar Desa Sipea Pea tetap bersih dan terhindar dari DBD,” ujar Serka Edy Herwanto.
Ia juga mengajak warga agar tidak segan melapor kepada Babinsa atau perangkat desa apabila menemukan genangan air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk di lingkungannya.
Kegiatan sosialisasi disambut baik oleh warga Desa Sipea Pea. Sejumlah warga mengaku baru menyadari bahaya barang bekas yang dibiarkan terbuka di sekitar rumah.
“Saya baru tahu kalau ember bekas dan ban lama bisa jadi sarang nyamuk. Setelah ini kami akan gotong royong bersihkan lingkungan kampung,” ujar salah seorang warga yang hadir.
Suasana kegiatan berlangsung akrab dan interaktif. Warga aktif bertanya seputar gejala DBD, cara penanganan awal, dan langkah pencegahan di rumah tangga.
Kegiatan ditutup dengan pengecekan lingkungan sekitar balai desa bersama Babinsa dan petugas Puskesmas untuk memastikan tidak ada genangan air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
![]()
