Kampar — Kabar gembira datang bagi para petani di Kabupaten Kampar, Riau. Setelah Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama Kementerian Pertanian (Kementan) yang dipimpin oleh Adi Imbran Sulaiman memberikan kebijakan subsidi pupuk, harga pupuk NPK dan Urea kini mengalami penurunan yang signifikan.
Sebelumnya, harga eceran tertinggi (HET) pupuk NPK berada di angka Rp115.000 per sak, dan pupuk Urea di kisaran Rp112.500 per sak. Namun, sejak 22 Oktober 2025, harga terbaru setelah subsidi ditetapkan menjadi Rp92.000 per sak untuk NPK dan Rp90.000 per sak untuk Urea, dengan sistem penjemputan langsung di kios atau PPTS resmi.
Kebijakan ini disambut antusias oleh para petani di Kelurahan Pulau, Desa Muara Uwai, dan sekitarnya. Mereka menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Presiden Prabowo dan Kementerian Pertanian atas perhatian terhadap kesejahteraan petani.
“Kami atas nama kelompok tani di Kelurahan Pulau mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo dan Kementerian Pertanian Republik Indonesia atas subsidi pupuk ini,” ujar pendi, salah seorang petani penerima manfaat di Keluarahan Pulau kelompok daek pauh Bangkinang Rabu (5/11/2025).
Sementara itu, Edi, pengelola kios pupuk UD Berokah sekaligus PPTS penerima pupuk bersubsidi, menegaskan bahwa penyaluran pupuk dilakukan tepat sasaran sesuai dengan data luas lahan padi yang telah terdaftar.
“Bantuan pupuk ini disesuaikan dengan luas lahan masing-masing petani, dan distribusi dilakukan sesuai aturan agar semua petani penerima bisa merasakan manfaatnya,” jelasnya.
Dukungan juga datang dari kelompok tani Panca Karya Desa Muara Uwai, termasuk Subr Jaya dan Pendi dari kelompok tani Bawu, yang berharap agar program subsidi pupuk ini terus berlanjut demi meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Kampar.
Dengan turunnya harga pupuk bersubsidi ini, para petani diharapkan dapat lebih bersemangat dalam mengolah lahan dan meningkatkan hasil panen, sehingga kesejahteraan petani Kampar semakin membaik.
**Penulis Dani**
![]()
