Kampar – Sejumlah investor di bidang hiburan mulai melirik Kabupaten Kampar sebagai lokasi strategis untuk mengembangkan usaha karaoke berizin. Namun, hingga kini belum ada satu pun yang berani membuka secara resmi, meski potensi pasarnya dinilai sangat besar.
Ironisnya, di berbagai desa dan kampung di Kampar justru banyak bermunculan karaoke liar yang beroperasi secara terbuka. Aktivitas ini kerap menimbulkan kebisingan dan keresahan masyarakat karena tidak terkontrol, bahkan ada yang beroperasi hingga larut malam tanpa memperhatikan kenyamanan lingkungan.
Beberapa pengamat menilai, jika pemerintah daerah serius mengatur perizinan hiburan malam, justru dapat memberikan dampak positif. Karaoke berizin bisa diawasi, diatur jam operasinya, dan dikenakan pajak hiburan yang menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD).
“Daripada dibiarkan marak karaoke liar yang mengganggu kenyamanan warga, lebih baik diberikan izin resmi kepada pengusaha yang mau mematuhi aturan. Dengan begitu, pemerintah bisa mengatur dan masyarakat tidak terganggu,” ungkap salah seorang warga, Rudi (39), Rabu (31/7).
Masyarakat berharap, pemerintah Kabupaten Kampar tidak hanya menertibkan karaoke liar, tetapi juga membuka peluang bagi investor yang ingin menghadirkan hiburan yang sehat, tertib, dan memberikan kontribusi bagi daerah.
(Dani)
![]()
