Batu Bara – Pengurus DPC Perkumpulan Jurnalis Indonesia–Demokrasi (PJI-D) Kabupaten Batu Bara melakukan kunjungan dan peninjauan langsung ke lokasi pelaksanaan Program Revitalisasi SMA Negeri 1 Medang Deras, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk verifikasi lapangan atas informasi yang sebelumnya beredar di sejumlah media dan media sosial terkait dugaan permasalahan dalam pelaksanaan proyek.
Program revitalisasi tersebut merupakan bantuan pemerintah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Direktorat Sekolah Menengah Atas.
Pekerjaan revitalisasi memiliki nilai kontraktual sebesar Rp1.206.711.000 dengan masa pelaksanaan 120 hari kalender, terhitung mulai 25 Juni 2026. Adapun ruang lingkup pekerjaan meliputi rehabilitasi enam ruang kelas, satu bilik toilet, satu Laboratorium IPA, dan satu ruang perpustakaan di SMA Negeri 1 Medang Deras yang berlokasi di Jalan OK. Yunan, Desa Nenas Siam, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara.
Dalam kesempatan tersebut, tim PJI-D melakukan konfirmasi langsung kepada Kepala SMA Negeri 1 Medang Deras, Ratna Dewi, S.Pd., mengenai sejumlah informasi yang sempat viral, mulai dari dugaan penggunaan material bekas, sistem pembayaran upah pekerja, hingga penerapan standar keselamatan kerja.
Ratna Dewi menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan karena dipublikasikan tanpa terlebih dahulu melakukan konfirmasi kepada pihak sekolah.
Menurutnya, pekerjaan yang sedang berlangsung merupakan program revitalisasi, sehingga terdapat komponen bangunan lama yang masih dipertahankan sesuai dengan perencanaan teknis dan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Sementara material yang menjadi bagian pekerjaan baru menggunakan spesifikasi sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk penggunaan atap spandek dengan ketebalan 0,30 milimeter.
Ia juga menjelaskan bahwa mekanisme pembayaran upah tenaga kerja telah mengikuti ketentuan program pemerintah dan dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku.
Sementara itu, Ketua Pembangunan Program Revitalisasi SMA Negeri 1 Medang Deras, Ardianto Sitorus, turut memberikan klarifikasi atas berbagai isu yang berkembang di tengah masyarakat.
Saat ditemui di lokasi pekerjaan, Ardianto membantah adanya dugaan bahwa para pekerja tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).
“Kami telah melengkapi para pekerja dengan APD, mulai dari rompi keselamatan, helm pelindung hingga perlengkapan lainnya. Pelaksanaan pekerjaan tetap mengacu pada manajemen keselamatan dan kesehatan kerja,” ujarnya.
Ia juga membantah isu mengenai dugaan pembayaran upah pekerja yang disebut tidak sesuai ketentuan.
“Kalau memang upahnya tidak sesuai, tentu para pekerja sudah meninggalkan pekerjaan ini. Faktanya, pekerjaan sudah berjalan hampir satu bulan dan para pekerja tetap bekerja sebagaimana mestinya,” jelas Ardianto.
Menanggapi isu penggunaan kembali baja ringan bekas, Ardianto menegaskan bahwa material utama yang digunakan merupakan baja ringan baru yang telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).
“Kami selalu menggunakan baja ringan baru sesuai standar SNI. Kalaupun ada material yang digunakan kembali, itu hanya berupa sisa potongan (residu) yang masih layak pakai dan tidak bertentangan dengan spesifikasi teknis. Bahkan rangka kayu pada bangunan lama seluruhnya diganti menggunakan rangka baja ringan baru,” terangnya.
Dari hasil peninjauan lapangan, tim PJI-D juga menemukan adanya papan informasi proyek, papan imbauan penggunaan APD, serta sejumlah pekerja yang sedang melaksanakan aktivitas pembangunan dengan menggunakan perlengkapan keselamatan kerja.
Dalam kesempatan yang sama, Kapolsek Medang Deras AKP A.H. Sagala bersama Danramil 01/Medang Deras, Cke. Parwono, turut meninjau langsung lokasi pekerjaan. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, keduanya menyatakan tidak menemukan kondisi yang mengarah pada persoalan sebagaimana yang ramai diberitakan.
Kapolsek Medang Deras siap menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan wilayah sekolah SMA negeri 1 Medang Deras, dan juga Kami dari Porkopimcam Kecamatan Medang Deras mengucapkan terimakasih kepada kepala sekolah yang telah membangun, dan meningkatkan mutu bangunan sekolah, demi kenyamanan pelajar yang ada di Medang Deras ini.
Sagala juga mengajak seluruh pihak untuk terus membangun sinergi antara sekolah, aparat keamanan, dan insan pers sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif. Menurutnya, kolaborasi tersebut penting dalam membentuk karakter peserta didik melalui pembinaan disiplin, kebersihan, serta edukasi hukum di lingkungan sekolah.
Di sisi lain, pihak sekolah mengaku cukup terkejut atas munculnya berbagai informasi yang viral di media sosial. Kepala sekolah berharap setiap informasi yang berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan maupun pelaksanaan proyek pemerintah terlebih dahulu dikonfirmasi kepada pihak terkait agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Ketua DPC PJI-D Batu Bara Mariati AB. S.Pd., menyampaikan hasil pantauan Awak Media,” Sepanjang yang kita lihat secara langsung ke Lokasi,, semua rehap tersebut berjalan dengan lancar, dan bangunan yg telah di rehap dalam keadaan sangat baik, dan kokoh, serta barang2 yg digunakan adalah barang2 atau material yg berqualitas,” jelasnya.
Peninjauan yang dilakukan PJI-D Kabupaten Batu Bara merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi kontrol sosial sekaligus implementasi prinsip cover both sides dalam praktik jurnalistik. Setiap informasi yang berkaitan dengan penggunaan anggaran negara perlu diverifikasi melalui konfirmasi langsung kepada seluruh pihak terkait agar pemberitaan tetap mengedepankan akurasi, objektivitas, keberimbangan, serta sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik.
![]()
