Fakta24jam. KERINCI – Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, tak pernah kehabisan cara memukau pengunjung. Salah satu magnet utamanya adalah Kebun Teh Kayu Aro, perkebunan teh terluas di Pulau Sumatra sekaligus salah satu yang tertua di Indonesia, peninggalan Belanda sejak 1925.
Sesayup mata memandang, hamparan daun teh hijau membentang rapi mengikuti kontur perbukitan di kaki Gunung Kerinci. Petak-petak teh seluas lebih dari 2.500 hektare ini berada di ketinggian sekitar 1.400–1.600 mdpl, membuat udaranya sejuk dengan suhu 17–23°C. Kabut tipis yang turun perlahan di pagi hari berpadu dengan aroma khas pucuk teh, menciptakan suasana yang tenang dan menyegarkan.
Bagi wisatawan luar daerah, lanskap Kayu Aro adalah pengalaman yang tak terlupakan. Spot terbaiknya ada di Desa Kayu Aro, Kecamatan Kayu Aro Barat. Saat matahari terbit, siluet Gunung Kerinci setinggi 3.805 mdpl muncul gagah di balik lautan teh. Jalan setapak di antara barisan teh jadi jalur favorit untuk jalan pagi, bersepeda, atau sekadar berburu foto.
Tak hanya pemandangan, Kayu Aro juga menyimpan nilai sejarah. Pabrik tehnya masih menggunakan mesin-mesin buatan Inggris era 1930-an dan aktif memproduksi Teh Hitam Orthodox yang diekspor ke Eropa. Pengunjung bisa melihat langsung proses pemetikan hingga pengolahan daun teh.
Perpaduan alam, sejarah, dan udara pegunungan yang bersih membuat Kayu Aro layak disebut “sekeping surga” di Sumatra. Tak heran jika setiap akhir pekan, kawasan ini ramai didatangi wisatawan dari Jambi, Sumbar, hingga Riau yang ingin melepas penat dari hiruk pikuk kota.***zamri***
![]()
