KAMPAR, RIAU – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kampar, Hambali, mengungkapkan kekecewaannya terhadap Bupati Kampar terkait pembelian mobil baru senilai Rp 1,5 miliar. Menurut Hambali, tindakan ini menunjukkan gaya hidup mewah yang tidak pantas di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang sedang sulit.
“Ini adalah contoh pemimpin yang hidup bermewah-mewahan di saat masyarakat sedang mengalami kesulitan,” ujar Hambali.
Pernyataan Sekda ini kemudian mendapat tanggapan dari seorang warga Kampar berinisial O. Ia justru membantah kritikan tersebut dan menganggap pembelian mobil mewah bagi seorang bupati adalah hal yang wajar.
“Ah, biasa saja itu. Namanya juga bupati, harga mobil bupati itu biasa kalau seharga miliaran. Bupati itu harus berkelas lah,” kata O kamis (16/10)
Pembelian mobil mewah ini tentu memicu perdebatan di kalangan masyarakat Kampar. Di satu sisi, ada yang menganggap tindakan bupati tidak sensitif terhadap kondisi ekonomi masyarakat. Namun, di sisi lain, ada pula yang berpendapat bahwa seorang kepala daerah memang selayaknya memiliki fasilitas yang memadai untuk menunjang tugasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi lebih lanjut dari pihak Bupati Kampar terkait pembelian mobil mewah tersebut.
***Penulis Dani****
![]()
