Bangkinang – Renovasi proyek Taman Kota Bangkinang kembali menyita perhatian publik. Pihak pelaksana proyek mengklaim pekerjaan berjalan sesuai rencana anggaran biaya (RAB) dan spesifikasi teknis yang ditetapkan. Namun, hasil pantauan di lapangan justru menimbulkan sejumlah pertanyaan.
Mandor proyek, Karto, saat ditemui tim media di lokasi pekerjaan pada Senin (22/9/2025) menegaskan bahwa pembangunan drainase dikerjakan sesuai standar. “Khusus drainase, kami menurunkan delapan tukang. Tulangan besi menggunakan ukuran 10 dengan jarak antar besi sekitar 13–15 cm,” jelasnya.
Namun, saat tim media melakukan pengecekan langsung, ditemukan adanya perbedaan ukuran. Jarak antar besi tulangan pada drainase ternyata bervariasi, bahkan ada yang mencapai 32 cm. Fakta ini menimbulkan kejanggalan, mengingat pernyataan mandor berbeda dengan kondisi riil di lapangan.
Temuan tersebut membuat publik mendesak pihak konsultan teknis maupun Dinas PUPR Kampar untuk turun langsung melakukan pengecekan ulang. Pasalnya, detail teknis yang tertera dalam gambar desain dan dokumen DED (Detail Engineering Design) harus menjadi acuan mutlak.
“Kalau jarak antar besi tidak sesuai, bisa berpengaruh pada kekuatan konstruksi. Ini harus diawasi ketat agar tidak menimbulkan dugaan kecurangan dalam pelaksanaan proyek,” ujar salah satu warga yang ikut memantau.
Selain itu, penggunaan material proyek juga dipertanyakan. Tim media menemukan bahwa proyek tidak menggunakan Semen Padang seperti biasanya, melainkan semen merek lain, yakni Conch PCC. Perbedaan material ini menambah tanda tanya di tengah masyarakat, apakah sesuai spesifikasi yang sudah ditetapkan dalam kontrak atau tidak.
Renovasi Taman Kota Bangkinang diharapkan menjadi ikon baru bagi masyarakat. Namun, jika dalam prosesnya terdapat perbedaan teknis dan penggunaan material yang tidak sesuai, dikhawatirkan akan memengaruhi kualitas dan daya tahan hasil pekerjaan.
Masyarakat berharap pihak pelaksana, konsultan, hingga dinas terkait lebih terbuka dan transparan dalam setiap tahapan pekerjaan, sehingga proyek yang dibiayai dari uang negara ini benar-benar memberi manfaat maksimal bagi warga Bangkinang.
Hingga berita ini di Terbitkan Pihak CV Mahkota Amira Belum Memberikan Tanggapan Resmi Begitu Juga Dengan Pihak pengawasan PT Sandia Consulting.
📌My. Team
![]()
