Kampar – Fenomena politik di Kabupaten Kampar kembali menjadi sorotan. Sejumlah kader Partai NasDem yang pada Pilkada lalu disebut-sebut sebagai “penghianat” karena memilih meninggalkan garis perjuangan partai dan tidak mendukung pasangan calon bupati-wakil bupati yang diusung NasDem, kini perlahan mulai merapat kembali.
Dari informasi yang dihimpun, mereka yang dulunya memilih “lari” dan tidak sejalan dengan instruksi partai, saat ini terlihat kembali hadir di berbagai kegiatan internal maupun pertemuan politik NasDem di tingkat daerah.
Langkah para kader ini memunculkan beragam persepsi di kalangan pengamat dan masyarakat. Sebagian menilai ini sebagai upaya untuk memperbaiki hubungan politik menjelang momentum politik berikutnya, sementara sebagian lain memandangnya sekadar manuver demi kepentingan pribadi.
“Politik itu dinamis. Kader yang dulu memilih jalan berbeda, bisa saja kembali ketika melihat ada peluang atau demi menjaga eksistensi politiknya. Tapi tentu publik masih ingat rekam jejaknya,” ujar salah seorang tokoh politik Kampar yang enggan disebutkan namanya.
Di internal partai, sinyal penerimaan terhadap kembalinya para kader tersebut terlihat terbuka, namun dengan catatan. Pengurus daerah NasDem disebut akan tetap melakukan evaluasi, agar pengalaman serupa pada Pilkada lalu tidak terulang.
Publik kini menunggu, apakah kembalinya para kader ini akan memberi pengaruh positif bagi konsolidasi partai, atau justru memunculkan gesekan baru di tubuh NasDem menjelang pertarungan politik ke depan.
![]()
