Kampar – Kepala Desa Kijang Jaya, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, H. Syukur Rambeh, resmi melaporkan dua orang warganya ke Polres Kampar atas dugaan pencemaran nama baik dan fitnah pada dua Minggu yang lalu”,ujar kades Senin (15/7).
Ada pun nama nama warga yang telah resmi di somasi pihak desa di saat itu yakni inisial O.N.N.dan T.
Laporan tersebut diajukan setelah salah seorang warga berinisial Odon diduga melakukan orasi tidak beretika di kantor desa dengan menuding sang kades telah melakukan korupsi sebesar Rp3,7 miliar dari hasil penjualan tanah kas desa.
“Tuduhan itu sangat tidak berdasar. Saya merasa difitnah secara terang-terangan di muka umum. Demi Allah, satu rupiah pun saya tidak pernah mengambil hak orang lain,” tegas Kades Syukur dengan suara bergetar menahan emosi saat ditemui awak media.
Menurutnya, tuduhan tersebut telah melukai harga dirinya sebagai kepala desa dan juga sebagai orang tua di tengah masyarakat. “Saya sampai menangis di tengah malam, curhat kepada Allah, mengenang perkataan warga saya yang menuduh tanpa dasar,” ujarnya sambil berlinang air mata.
Kades juga meminta kepada pihak Polres Kampar agar segera memproses laporan tersebut sesuai hukum yang berlaku. Ia mengungkapkan telah menjalani pemeriksaan oleh penyidik Unit Reskrim Polres Kampar.
Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan pelanggaran terhadap UU ITE dan tindak pidana pencemaran nama baik yang berdampak terhadap integritas dan kredibilitas dirinya sebagai pejabat publik.
Lebih lanjut, Kades Syukur menegaskan bahwa seluruh kegiatan desa, termasuk urusan sewa menyewa fasilitas umum seperti pasar desa, telah tercatat secara resmi dan dapat dipertanggungjawabkan. Semua pemasukan dan pengeluaran desa menurutnya telah dilaporkan secara transparan dalam keuangan desa.
“Kalau soal keuangan desa, semua sudah tercatat dan bisa dipertanggungjawabkan. Kami punya datanya. Tidak ada yang ditutup-tutupi,” jelasnya.
Bahkan, tambahnya, setiap bulan ia menyisihkan sebagian dari penghasilan pribadinya, termasuk dari hasil kebun sawit miliknya, untuk membantu masyarakat miskin dan anak yatim di desa sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan.
“Alhamdulillah, walau sedikit kita tetap berbagi. Sedekah itu penting, apalagi untuk fakir miskin dan anak yatim yang betul-betul membutuhkan,” tutupnya.
**Dani**
![]()
