Kuapan – Fakta24jam.com– — Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Kuapan, Kecamatan Tambang, kembali menjadi sorotan publik. Pasalnya, pengelolaan keuangan dan kegiatan BUMDes tersebut dinilai tidak transparan dan tidak memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat desa.
Sejumlah warga yang dimintai keterangannya mengaku enggan berbicara terbuka. “Banyak persoalan, tapi kami takut ngomong, nanti malah jadi masalah. Soalnya katanya pengawasnya itu juga wartawan, jadi susah,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya pembiaran praktik-praktik yang merugikan keuangan desa. Warga menilai keberadaan oknum wartawan yang merangkap sebagai pengawas justru menimbulkan konflik kepentingan dan membuat BUMDes tidak tersentuh pengawasan yang objektif.
“Kalau sudah begini, siapa yang mau periksa? Wartawan itu harusnya jadi pengontrol sosial, bukan malah jadi tameng,” ujar aktivis pemuda Tambang, yang juga menyayangkan lemahnya fungsi monitoring dari pihak kecamatan.
Masyarakat berharap pemerintah daerah, khususnya Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kampar, segera turun tangan melakukan audit dan evaluasi terhadap kinerja BUMDes Kuapan agar tidak menjadi beban dan sumber masalah di kemudian hari.
**Dani**
![]()
