Kampar,— Kasus dugaan penyelewengan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) BNI yang menyeret nama Irwan Saputra, oknum anggota DPRD Kabupaten Kampar, kembali menjadi perhatian. Irwan Saputra diduga terlibat dalam pengelolaan dana KUR yang merugikan negara hingga miliaran rupiah. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa Irwan kini berada di Malaysia dan belum kembali untuk menjalani proses hukum.
Kasus ini menjadi sorotan publik setelah Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sebelumnya menyatakan akan menindak tegas siapa pun yang terlibat dalam tindak pidana korupsi. Presiden menegaskan tidak ada pejabat yang kebal hukum.
“Saya tidak takut dengan pejabat yang korupsi, di mana pun larinya, saya bakal kejar sampai ke ujung tikar,” tegas Presiden Prabowo dalam pernyataannya beberapa waktu lalu.
Namun, hingga lebih dari satu tahun sejak dugaan kasus ini bergulir di Kejaksaan Negeri Kampar, belum ada langkah penegakan hukum yang nyata. Hal tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai kinerja penegak hukum di daerah.
Sejumlah warga Kampar menyampaikan kekecewaan mereka.
“Kami menagih janji Presiden Prabowo untuk memberantas korupsi. Kasus ini adalah ujiannya. Kalau pusat tegas, daerah jangan mandek,” ujar warga saat ditemui pewarta Minggu (26/10/2025).
Warga juga mendesak Kejaksaan Agung untuk turun tangan mengambil alih penyidikan jika Kejaksaan Negeri Kampar dianggap tidak mampu menuntaskan kasus tersebut.
“Kalau Kejaksaan Kampar tidak bergerak, maka Kejaksaan Agung harus mengambil alih. Jangan sampai ada anggapan bahwa hukum itu tumpul ke atas, tajam ke bawah,” tegas warga lainnya.
Kasus ini dinilai tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga mengikis kepercayaan publik terhadap lembaga DPRD dan institusi penegak hukum. Masyarakat menyatakan akan terus memantau perkembangan kasus dan tidak menutup kemungkinan melakukan aksi jika tidak ada langkah konkret.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kejaksaan Negeri Kampar belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penanganan perkara tersebut.
Red
![]()
