Beberapa Anggota PUK SPTI PKS PT.MASS Merasa Dirugikan Atas Pemotongan Hasil Kerja mereka Untuk Bangun Sekretariat Diduga Dibongkar dan hal keberatan beberapa anggota PUK SPTI tersebut sudah melaporkan hal ini kepada ketua PC.F.SPTI kabupaten batu bara Erwin Junaidi,S.H. dan surat berupa hal instruksi dari ketua PC.F.SPTI kabupaten batu bara juga sudah dilayangkan tertanggal,08 September 2025.
Menurut keterangan Siswandi bahwa kisruh itu bermula saat membangun pos sekretaris PUK yg mana pada saat itu biaya di dahulukan oleh mantan ketua PUK senilai Rp.5 jt, dan setelah itu untuk pembayaran nya kami dipotong dari hasil kerja sebesar Rp.100 ribu setiap hari dari penghasilan uang Asam,tentu saja kami merasa di rugikan pak,tapi asal kami tanya Fahri dia bilang “kalau mau kerja silahkan dan kalau tak mau kerja silahkan keluar” dan lebih ironisnya pak, asal kami tanya, dibilangnya “tanya sama malaikat”, jadi kami mau nanyakan siapa,tutur Siswandi saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya. Rabu,15/10/2025.
Lebih lanjut anggota bernama Adit saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya mengatakan bahwa uang untuk membangun pos sekretariat tersebut dipotong dari gaji kami, tapi dibongkar Fahri tanpa persetujuan kami, dan dibawanya kerumahnya untuk digunakan dibangunan Rumahnya, dan saya lihat ketua PC.F.SPTI kabupaten batu bara Erwin Junaidi seolah berpihak kepada Fahri, dan asal kami tanyakan Fahri dia bilang “minta sama malaikat” tuturnya Adit. Rabu,15/10/2025.
Saat dikonfirmasi Ketua PC.F.SPTI Erwin Junaidi,S.H. mengatakan bahwa tidak ada masalah atau kisruh di kepengurusan PUK SPTI PKS PT MASS, itu tidak ada masalah, jelas Erwin Junaidi kepada media melalui telepon selulernya.Rabu,15/10/2025.
Menanggapi hal tersebut, anggota PUK SPTI PKS PT MASS meminta agar hak dan hasil kerja mereka di ganti namun sampai saat ini belum diganti,kami menduga ketua PC berpihak kepada Fahri sehingga hasil kerja kami yang dipotong untuk bangun pos sekretariat PUK,kami minta dikembalikan.
Lanjutnya, katanya profesional tapi mana bukti profesional pimpinan,kok tidak ada tindakan terhadap Fahri, surat dari ketua PC tersebut menurut informasi bahwa ketua PC sudah dibatalkan surat instruksi organisasi tersebut,masa ketua PC berpihak kepada Fahri yang sudah membuat kisruh membongkar tanpa izin yang dibangun dari pemotongn gaji kami,ucapnya.
Fahri diduga secara sengaja menggelapkan uang hasil kerja anggota melalui pembongkaran aset bersama dari hasil pemotongan gaji anggota, dan diduga digunakan untuk kebutuhan pribadi, dan juga ketua PC F.SPTI kabupaten batu bara diduga tidak profesional dalam memimpin organisasi, karena tidak ada tindakan tegas terhadap pengurus atau Anggota PUK SPTI PKS PT MASS yang dianggap merugikan beberapa anggota PUK,malah Ketua PC terindikasi berpihak kepada Fahri.
![]()
