Kampar – Direktur Utama Aneka Karya Stanum, Didin Syafrudin, menuai kontroversi setelah menantang wartawan untuk membuka data proyek gedung serbaguna yang dianggap mangkrak. Tantangan ini disambut oleh sejumlah insan pers di Kampar yang meminta Dirut Stanum untuk membuka seluruh data proyek secara transparan.
“Harap diperlihatkan dan dibuka seluruh buku anggaran pembangunan gedung serbaguna, berapa menghabiskan anggaran dana Participating Interest (PI) yang besaran senilai 160 miliar? Kemana arah dan diperuntukkan dana tersebut? Kami minta untuk secara keterbukaan dan transparan,” ungkap salah satu pimpinan media di Kampar Jumat (10/10/2025).
Sikap Dirut Didin Stanum dinilai tidak mencerminkan seorang direktur yang bijaksana. Wartawan seharusnya menjadi mitra dalam menyampaikan informasi publik, bukan dijadikan lawan.
“Kami siap menghadiri dan meminta Dirut Stanum untuk membuka seluruh data secara transparan di hadapan publik agar tidak ada lagi riak di kalangan masyarakat dan insan pers,” tegas Redaksi Kampar Bersatu.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari Dirut Stanum maupun pemerintah daerah terkait kasus ini. Masyarakat dan insan pers menantikan transparansi dan kejelasan terkait penggunaan dana Participating Interest (PI) senilai 160 miliar tersebut.
Redaksi ✍️ ✍️ ✍️
![]()
