Pulau Permai – Kasus rekaman pembicaraan bernada kotor dan tak senonoh yang menyeret nama Kepala Desa Pulau Permai, Jhonnery, memasuki babak baru. Informasi terbaru yang beredar di kalangan warga menyebutkan bahwa dalang di balik rekaman tersebut adalah anak tiri dan istri dari Kepala Dusun Kampung Panjang.
Pengakuan dari sejumlah warga, termasuk tokoh pemuda Andre, memperkuat dugaan bahwa percakapan itu bukan terjadi secara spontan, melainkan merupakan skenario yang dirancang untuk menjatuhkan nama baik kepala desa.
“Sudah jelas ini rekayasa. Yang terlibat adalah anak tiri dan istri Kadus Kampung Panjang sendiri. Mereka membuat jebakan seolah-olah Pak Kades melakukan hal tak pantas,” ungkap Andre.
Masyarakat kini terbelah: sebagian mendesak agar Kadus segera dimintai pertanggungjawaban karena melibatkan keluarganya dalam perbuatan tercela, sementara lainnya meminta proses hukum dijalankan agar kasus ini tidak menjadi bola liar yang memecah belah warga desa.
Kepala Desa Jhonnery sendiri belum memberikan pernyataan resmi, namun disebut tengah menyiapkan langkah hukum atas pencemaran nama baik yang dialaminya.
Red
![]()
